Langsung ke konten utama

Anak Panah adalah Pelayan Sang Pemanah


Anak Panah adalah Pelayan Sang Pemanah

Seorang pemanah harusnya mampu mengendalikan anak panah yang digunakannya. Bukan sebaliknya, pemanah dibikin kerepotan dengan anak panahnya yang tidak menuruti kemauannya. Inginnya ditembakkan ke tengah, tapi si anak panah justru meluncur ke pinggir. menolak tunduk!

Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menundukkan anak panah yang kita miliki. Betapa sering kita menemukan anak panah yang liar, meskipun sudah kita coba dengan berbagai teknik, ganti aiming, tapi tetap saja liar. Tidak mau tunduk dengan kemauan sang pemanah. liar bin ndableg!

Yang biasa kita temui adalah anak panah yang kadang liar, kadang nurut. Harus diperlakukan secara khusus. Ada yang harus di kanankan dikit baru ke tengah, ada pula yang harus dikirikan dikit, atau di ataskan dikit baru nurut dia.

Yang paling membahagiakan adalah, ketika kita menemukan dan menggunakan anak panah yang penurut, yang melayani sang pemanah dalam setiap lesatannya. Memenuhi keinginan tertinggi dari sang pemanah. Dimana bidikan yang dinginkan oleh sang pemanah, di situ pula anak panah ini menancap.

Di workshop KangRoy, anak panah dibina sejak awal, dipilih bahannya dengan jeli, satu persatu dicek... kelurusannya, dipastikan mata panahnya rapi, bulunya tertata seirama, nocknya seimbang, bulat penampangnya, halus mulus dan lurus shaftnya.

Agar kelak, menjadi anak panah yang mudah ditundukkan oleh sang pemanah. Karena obsesi terbesar KangRoy adalah... agar anak panah besutannya menjadi pelayan para pemanah.

Kang Roy
Arrow Maker Indonesia

#ArrowJuara
#ArrowKangRoy
#ArrowPresisiAkurasiTinggi
#ArrowHorsebow

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Cara Membuat Pelindung Jempol / Thumb Glove

Selain aliali / gustuwan, ketika memanah dengan menggunakan horsebow, kita menggunakan Thumb glove / sarung jempol. Biasanya sarung jempol ini terbuat dari kulit dan tebal dan kaku. Karena digunakan untuk menahan string ketika hendak memanah. Selain itu, sarung jempol juga cukup efektif untuk memanah dengan teknik fast shooting, atau fast nocking, yaitu teknik memanah cepat tanpa melihat ke anak panah. Karena sarung jempol ini tidak begitu menghalangi jempol ketika akan mengambil anak panah dan menempatkannya di string. Untuk pemula, sarung jempol dari kulit ini juga cukup membantu untuk adaptasi jempol sebelum menggunakan ali ali / gustuwan. Maka dari itu, kali ini saya akan membagikan tips singkat cara membuat pelindung jempol dari kulit dengan alat yang ada di rumah kita. mari kita simak sama sama...

Tahap Yang Harus Dilalui Untuk Belajar Memanah

Thumbdraw Style Tanya: Pak irvan & senior2. Maaf ada yg mau sy tanyakan. Ada sedikit bacaan td yg sbtlnya gak nyambung sm archery. Tp sy ambil kesimpulannya semua pelajar penting melakukan repetisi. Dlm hal ini tanpa busur, spt kata dalam karate dsb. Apakah untuk archery kita perlu spt itu, tanpa busur didepan kaca diulang2 teknik menarik busur, release dsb. Mhn maaf, tksh. Jawab: perlu, terutama di masa menyempurnakan format dan postur memanah, itu harus di depan kaca biar cepet Tahapan pelatihan: Penguatan otot2 : target: tangan kiri gak bergetar Pembentukan format dan postur memanah yang benar: target: arrow lurus gak mencong2 Pengembangan wawasan dan sense bidikan, jarak, dan elevasi: target: bisa menembak obyek2 besar di jarak yg jauh (>30 m) Penguasaan rukun memanah yang 4: target: cepat, akurat, kuat, selamat dalam tiap tembakan Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah Dari Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI

Anak 18 Tahun ini Membuat Busur 35 LBS dengan Belajar Via WhatsApp Saja

Entah kenapa, seperti ada dorongan yang kuat di dalam diri saya untuk menulis mengenai kisah sederhana mengenai seorang anak usia 18 tahun, yang belajar membuat busur hanya lewat facebook dan kemudian berlanjut lewat WA. Tanpa pernah bertemu sama sekali dengan pengajarnya. syariz ihsan Dan yang luar biasa lagi - masya Allah - busur buatannya benar-benar jadi dan bisa digunakan. Berat tarikannya mencapai 35 lbs, sama dengan busur yang saya produksi :) Kisah ini berawal ketika saya diajak berkenalan oleh seorang anak bernama Syariz Ihsan, warga negara Malaysia, lewat facebook, sebelumnya saya mengira jika orang ini setidaknya seumuran saya, atau mungkin 25-30 an tahun. Setelah beberapa kali berdialog lewat fb chat, komunikasi berlanjut via WA yang lebih intens. Dari awal saya memang sangat menaruh perhatian kepada orang ini karena keseriusannya dalam belajar membuat busur meskipun berasal dari negeri seberang. Belakangan baru saya ketahui kalau umurnya baru 18 tahun. desa...