Langsung ke konten utama

Cara Memasang Bulu / Vanes Pada Anak Panah / Disertai Gambar

Berikut ini tutorial / cara memasang bulu / vanes pada anak panah dengan menggunakan alat sederhana yang bisa kita buat sendiri. Alat ini sangat mempermudah kita untuk mempercepat pembuatan anak panah.

Mari kita simak bersama-sama...


Langkah ke-1

Siapkan alat dan bahan:
1. Penggaris plastik
2. Jepitan kertas (besar)
3. Karet gelang
4. Lem Korea merk huruf "G"
5. Pisau cutter
6. Lem Alteco 110


Langkah ke-2

potong penggaris plastik jadi 2 bagian menggunakan pisau cutter.



Langkah ke-3

Gabungkan kedua potong penggaris, sudut runcing bertemu dengan sudut runcing (angka yang warna merah).


Langkah ke-4

Ikat penggaris dengan karet gelang supaya posisi penggaris tidak berubah.


Langkah ke-5

Jepit penggaris dengan jepitan kertas, posisi jepitan usahakan ada ditengah & rata. Posisi sudut runcing (angka yang warna merah) ada dibagian bawah.


Langkah ke-6

Rekatkan jepitan & penggaris menggunakan lem Korea


Langkah ke-7

Kalau lem sudah kering karet gelang bisa dilepas, jig siap digunakan.


Setelah jig sudah jadi, maka sekarang saatnya kita memasang bulu pada pangkal shaft / calon anak panah. Berikut ini langkah-langkahnya..

a. Siapkan fletching (bulu kalkun) & shaft bambu / kayu


b. Jepit fletching / bulu / vanes dengan jig


c. Ratakan fletching dengan bibir penggaris lalu pondasinya diolesi lem Alteco (Alteco kalau sudah kering warna bening tidak ada kerak putih seperti lem Korea)


d. Tempel fletching yang sudah diolesi lem ke shaft, agak ditekan sedikit supaya merekat rata, tahan 30-60 detik.


e. Kalau lem sudah kering, buka jepitan pelan2. Lanjutkan dengan fletching berikutnya.


f. Fletching selesai ditempel, anak panah siap dipakai untuk latihan, Bismillah.. :)



sumber: 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Cara Membuat Pelindung Jempol / Thumb Glove

Selain aliali / gustuwan, ketika memanah dengan menggunakan horsebow, kita menggunakan Thumb glove / sarung jempol. Biasanya sarung jempol ini terbuat dari kulit dan tebal dan kaku. Karena digunakan untuk menahan string ketika hendak memanah. Selain itu, sarung jempol juga cukup efektif untuk memanah dengan teknik fast shooting, atau fast nocking, yaitu teknik memanah cepat tanpa melihat ke anak panah. Karena sarung jempol ini tidak begitu menghalangi jempol ketika akan mengambil anak panah dan menempatkannya di string. Untuk pemula, sarung jempol dari kulit ini juga cukup membantu untuk adaptasi jempol sebelum menggunakan ali ali / gustuwan. Maka dari itu, kali ini saya akan membagikan tips singkat cara membuat pelindung jempol dari kulit dengan alat yang ada di rumah kita. mari kita simak sama sama...

Tahap Yang Harus Dilalui Untuk Belajar Memanah

Thumbdraw Style Tanya: Pak irvan & senior2. Maaf ada yg mau sy tanyakan. Ada sedikit bacaan td yg sbtlnya gak nyambung sm archery. Tp sy ambil kesimpulannya semua pelajar penting melakukan repetisi. Dlm hal ini tanpa busur, spt kata dalam karate dsb. Apakah untuk archery kita perlu spt itu, tanpa busur didepan kaca diulang2 teknik menarik busur, release dsb. Mhn maaf, tksh. Jawab: perlu, terutama di masa menyempurnakan format dan postur memanah, itu harus di depan kaca biar cepet Tahapan pelatihan: Penguatan otot2 : target: tangan kiri gak bergetar Pembentukan format dan postur memanah yang benar: target: arrow lurus gak mencong2 Pengembangan wawasan dan sense bidikan, jarak, dan elevasi: target: bisa menembak obyek2 besar di jarak yg jauh (>30 m) Penguasaan rukun memanah yang 4: target: cepat, akurat, kuat, selamat dalam tiap tembakan Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah Dari Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI

Anak 18 Tahun ini Membuat Busur 35 LBS dengan Belajar Via WhatsApp Saja

Entah kenapa, seperti ada dorongan yang kuat di dalam diri saya untuk menulis mengenai kisah sederhana mengenai seorang anak usia 18 tahun, yang belajar membuat busur hanya lewat facebook dan kemudian berlanjut lewat WA. Tanpa pernah bertemu sama sekali dengan pengajarnya. syariz ihsan Dan yang luar biasa lagi - masya Allah - busur buatannya benar-benar jadi dan bisa digunakan. Berat tarikannya mencapai 35 lbs, sama dengan busur yang saya produksi :) Kisah ini berawal ketika saya diajak berkenalan oleh seorang anak bernama Syariz Ihsan, warga negara Malaysia, lewat facebook, sebelumnya saya mengira jika orang ini setidaknya seumuran saya, atau mungkin 25-30 an tahun. Setelah beberapa kali berdialog lewat fb chat, komunikasi berlanjut via WA yang lebih intens. Dari awal saya memang sangat menaruh perhatian kepada orang ini karena keseriusannya dalam belajar membuat busur meskipun berasal dari negeri seberang. Belakangan baru saya ketahui kalau umurnya baru 18 tahun. desa...